Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kerja. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 November 2011

Keputusan Baru, Masalah Baru!!


Surat Edaran Kementrian Kesehatan No. TU.08.03/IV/1400/2011 ini ditetapkan pada tanggal 7 September, tujuannya untuk memperjelas aturan baru kefarmasian yang sekarang banyak diributkan rekan-rekan tenaga kefarmasian. Pembaharuan ini terutama terkait dengan PP 51 tahun 2009 dan Permenkes 889 tahun 2011. Kalau sudah baca dan memahaminya, yuk mari kita bahas pembaharuan aturan kefarmasian sebagaimana tertulis dijudul artikel ini, yang tentunya saya kaji hanya yang terkait dengan Tenaga Teknis Kefarmasiannya saja yaa kawan..:)
Hal pertama dan terpenting didalam surat edaran kemenkes TU.08.03/IV/1400/2011 ini adalah mengenai perpanjangan waktu untuk pergantian perizinan sebelumnya bagi tenaga kefarmasian, ke perizinan baru sebagaimana diatur dalam PP 51/2009 dan Permenkes 889/2011. Tidak perlu panjang lebar karena sudah saya uraikan dengan jelas diartikel Perpanjangan Waktu Pemutihan/ Penggantian SIAA ke STRTTK, bahwa yang sebelumnya waktunya berakhir tanggal 31 agustus kemarin dipernpanjang hingga 31 desember 2011. Jadi bersegeralah ya, mumpung syaratnya mudah dibanding buat baru. :)
Kemudian ketetapan yang tidak kalah pentingnya dan menjadi poin kedua yang harus rekan-rekan TTK pahami adalah mengenai tempat penerbitan Surat Tanda Registrasi Tenaga Teknis Kefarmasian. Nah, bagi rekan yang telah menyimak Permenkes 889 tahun 2009, terutama untuk teman kita yang di Surabaya, akan kebingungan tuh mengenai lokasi pembuatan STRTTK ini. Yah, walau di aturan tersebut dengan jelas disebut perolehannya di Dinas Kesehatan Propinsi, tetapi pada prakteknya sewaktu membuat SIAA dahulu itu diurus di Kantor Pelayanan Terpadu. Jadi berdasarkan surat edaran kemenkes yang terbit 7 september kemarin, maka bagi daerah yang menetapkan perizinan STRTTK diperoleh di Kantor Pelayanan Terpadu atau dalam istilah edaran ini diebut manajemen satu pintu, tetap diperbolehkan dengan syarat penandatanganannya tetap oleh Kepala Dinas Kesehatan Propinsi setempat. Juga diterangkan lebih lanjut bahwa perolehan STRTTK yang pertama kali bagi lulusan baru adalah sama antara tempat pendidikan dan tempat Dinas Kesehatan Provinsi berada. Hal ini juga berlaku dalam pembuatan Surat Izin Kerja Tenaga Teknis Kefarmasian atau SIKTTK.
Diantara pembaca artikel ini mungkin ada yang menjadi AAPJ dari Toko Obat Berijin, kalaupun tidak ada yang jelas saya begitu. Sebagai seorang Asisten Apoteker Penanggung Jawab TO, sebelumnya saya sempat ragu apakah dengan adanya pergantian izin ini akan bedampak dengan izin TO yang telah dimiliki atau bagaimana. Namun pertanyaan tersebut terjawab sudah dengan adanya surat edaran kemenkes ini, sebagai poin penting lainnya yang terkait dengan TTK. Disebut bahwa semua tempat pelayanan kefarmasian tidak perlu melakukan pembaharuan izin terkait dengan perubahan STRTTK dan SIKTTK ini. Terlalu luas ya kalau saya sebut tempat pelayanan kefarmasian, soalnya artikel ini kan hanya membahas yang terkait TTK aja. Habisnya ga enak kalau hanya menyebut Toko Obat berijin saja sebagai satu-satunya tempat pekejaan kefarmasian yang dapat dilakukan secara mandiri oleh TTK. Sudah baca belum mengenai aturan perizinan PBF terbaru 2011 ini? Moga sempat nanti menuliskannya.
Poin yang terakhir sebenarnya terkait dengan organisasi, institusi pendidikan, dan pemerintah/ dinkes. Untuk menjaga keseimbangan antara jumlah TTK dan kebutuhan pelayanan kesehatan, maka diperlukan kerjasama diantaranya. Ok daah, selesai juga artikel ini saya tulis. Mohon maaf, dan kalau berkenan silahkan tulis kembali komentarnya. Salam PAFI, semoga artikel mengenai pembaharuan aturan kefarmasian berdasar Surat Edaran Kemenkes No. TU.08.03/IV/1400/2011 bisa mejadi sumber informasi yang layak untuk dipahami bagi calon calon apoteker seperti saya. Ceileeh PD banget gue nyebut calon apoteker ye, ya sudahlaah moga aja sukses nempuh studinya. Amiin,..

Minggu, 30 Oktober 2011

Peran Industri Farmasi dalam IS 2010

PELAYANAN kesehatan yang bermutu adalah bagian dari tujuan Indonesia Sehat (IS) 2010. Salah satunya dengan ketersediaan obat dan alat kesehatan untuk masyarakat.

Akses terhadap obat, juga merupakan hak azasi manusia. Oleh karena itu, penyediaan alat kesehatan dan obat adalah kewajiban pemerintah, institusi pelayanan kesehatan baik publik maupun swasta. Karena obat bukanlah semata komoditas perdagangan, tapi juga memiliki fungsi sosial.

Dunia farmasi juga perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat bagaimana khasiat dan cara penggunaan obat yang benar. Ini penting, agar masyarakat juga bisa mengkonsumsi obat sesuai dosis yang benar. Saat ini, pengetahuan masyarakat tentang khasiat dan bahaya obat masih minim. Akibatnya, masih sering ditemukan penyakit warga malah lebih parah karena mereka kurang paham dalam mengkonsumsi obat yang diberikan dokter.

Peran obat dimulai dalam upaya peningkatan kesehatan, pencegahan, diagnosis, pengobatan serta pemulihan. Oleh karena itu, obat harus diusahakan agar selalu tersedia saat dibutuhkan. Sebagai produk dari industri farmasi, obat tentunya tidak lepas dari aspek ekonomi dan teknologi. Maka, diperlukan suatu inovasi produk melalui pengembangan-pengembangan based on research yang dilakukan oleh industri farmasi.

Kontribusi inilah yang bisa diberikan pada industri farmasi dalam mewujudkan Indonesia Sehat 2010. Selain itu, semua obat yang beredar harus dapat dijamin keamanan, khasiat dan mutunya agar betul-betul memberikan manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Vice President Sales Divisi 1 PT APL, Nyoman Sukertha menjelaskan, pemerintah harus bisa bekerja sama dengan industri farmasi, baik asing maupun lokal. "Jika tiap industri bergerak sendiri, kita tak akan bisa jalan dan rasanya kurang pas. Pemerintah harus bekerjasama dengan asosiasi kefarmasian untuk mewujudkan Indonesia Sehat 2010," tuturnya.

Selain itu, Nyoman juga menegaskan, perlunya melihat kembali, sebenarnya kerja sama antara pemerintah dan farmasi ini harus dibawa kemana. "Kita harus bisa melihat, bagaimana sasaran yang ingin dicapai. Kita tidak bisa hanya berbicara masalah obat yang mahal, itu saja tidak cukup. Harus sinkron, dukungan apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dan juga dukungan apa yang harus diberikan oleh industri farmasi," tegasnya.

Sebagai pelaku industri farmasi, Nyoman berharap bahwa perwujudan IS 2010 bisa tercapai dengan adanya upaya pemerintah untuk bermitra dengan berbagai industri farmasi di Indonesia. "Kita berikan yang konkrit kepada masyarakat dan juga kepada industri farmasi. Kualitas kesehatan masyarakat tetaplah yang paling penting," kata Nyoman.

Menurut Nyoman, salah satu upaya pemerintah membangun mitra dengan industri farmasi adalah dengan membuat peraturan dan kebijakan yang bisa mengakomodir seluruh kepentingan masyarakat, dalam hal ini peningkatan kesehatan masyarakat dan juga bagi industri farmasi keseluruhan. "Kepentingan health management system sendiri harus baik dan benar. Orientasinya pada kesehatan masyarakat," tandasnya.

Pembuatan obat generik untuk masyarakat tentunya perlu diapresiasi. Akhirnya, masyarakat bisa mendapatkan obat dengan harga yang terjangkau, khususnya untuk mereka yang masih miskin. "Itu patut dilaksanakan dan memang tugas pemerintah. Kualitas harus tetap dijaga, karena menyangkut jiwa manusia," kata Nyoman. Saat ini, pangsa pasar obat generik di Indonesia cukup tinggi, yakni sekitar 71 persen. Dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Indonesia adalah yang paling tinggi.

Ancaman Obat Palsu

WHO pernah memperkirakan, sebanyak 10 persen obat yang beredar di seluruh dunia adalah palsu. Negara-negara berkembang seperti Indonesia adalah negara yang lebih rentan terhadap dampak dari peredaran obat palsu ini. Direktur Eksekutif IPMG (International Pharmaceutical Manufacturers Group) Parulian Simanjuntak menuturkan, WHO memperkirakan jumlah penjualan obat palsu di dunia, setiap tahunnya mencapai USD35 miliar-USD40 miliar.

Jelas, obat palsu membahayakan keselamatan dan jiwa manusia. Beredarnya obat palsu semakin memunculkan rasa pesimistis pada dunia farmasi. Peredaran obat palsu di Indonesia saat ini ditengarai mencapai sekitar 20 persen dari total nilai obat yang beredar yang diperkirakan mencapai Rp28 triliun.

Belum lagi ketika masyarakat dihadapkan pada situasi bencana. Oktober lalu, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadillah Supari meminta agar daerah yang tertimpa bencana mewaspadai adanya obat kedaluwarsa. "Saat gempa Yogyakarta ada 15 ton obat kedaluwarsa," kata Fadilah.

Dan ketika tsunami melanda tahun 2004, Aceh dilimpahi 40 ton obat kedaluwarsa, bantuan dari berbagai pihak. "Karena untuk membakarnya perlu biaya juga," imbuhnya. Barangkali begitulah masyarakat kita, selalu terjadi, sudah jatuh tertimpa tangga.

Masih banyak persoalan kesehatan yang ada di depan kita. Padahal, Indonesia Sehat 2010 sudah di ambang pintu. Rasanya, sangat berat jika harus mengatakan bahwa Indonesia akan sehat 2010, melihat kenyataan bahwa masih banyak kekurangan di sana-sini. Tapi, kita tidak boleh pesimis. Usaha tetap dijalankan, semangat mewujudkan tetap perlu digalakkan. Semua pihak harus mendukung: pemerintah, industri farmasi, dan masyarakat sendiri tentunya.

Sebagai program yang berkesinambungan, tetaplah perlu jika kita harus memiliki target pada jangka waktu tertentu. Peran serta semua pihak dapat mendukung terciptanya program-program yang efektif dan efisien untuk mewujudkan IS 2010. Ini semua diharapkan, supaya masyarakat tidak jatuh dan tertimpa tangga lagi.

Sumber:
Anugerah Pharmindo Lestari News Magazine
www.aplcare.com

Apoteker Industri

Dalam artikel sebelumnya mungkin saya membahas soal Apoteker Rumah Sakit, kali ini saya akan mengulas tentang lulusan farmasi yang berpandangan dengan dunia industri. yaaah buat mahasiswa yang sering nge-date ma kimia bisa ambil peluang kerja bidang ini. 
Bidang-bidang kerja yang bisa digeluti oleh apoteker selain pembuatan obat adalah marketing dengan melakukan pemasaran obat-obatan, atau bisa juga menggeluti bidang regulasi seperti Dinas Kesehatan atau Badan Pengawas Obat dan Makanan, selain itu apoteker bisa menjadi mitra yang sejajar dengan dokter di Rumah Sakit, atau bidang-bidang lain yang berkitan dengan kesehatan.
Industri Farmasi merupakan salah satu contoh bidang yang cukup banyak digeluti oleh apoteker. Di Industri Farmasi banyak divisi atau bagian yang bisa ditempati oleh seorang apoteker. Salah satu bagian yang mungkin kurang dikenal adalah PPIC atau Production Planning and Inventory Control. Dari namanya tentu sudah bisa diperkirakan seperti apakah kerja di bagian PPIC ini. PPIC bertanggung jawab terhadap pengadaan berbagai macam bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi, baik bahan aktif, bahan pembantu, maupun bahan-bahan kemas.
PPIC bertanggung jawab dalam merencanakan jadwal produksi, apakah selanjutnya akan diproduksi tablet, sirup, atau jenis sediaan lainnya. Hal ini dikarenakan PPIC merupakan bagian yang paling mengetahui detail dari jenis dan jumlah stok bahan-bahan baku yang disimpan di gudang. Misalnya, stok bahan untuk pembuatan suatu tablet tidak ada maka PPIC tidak akan menjadwalkan pembuatan atau produksi tablet.
PPIC harus mempertimbangkan segala sesuatunya dari berbagai aspek. Jangan sampai karena ingin mencari ”aman”, semua bahan baku didatangkan dalam jumlah yang besar dari awal. Semuanya perlu perhitungan yang jelas, matang, akurat akan berbagai hal, di antaranya :
  1. Target produksi yang telah disepakati bersama misal: bulan depan tablet A harus ada 100 bets, sirop B cukup 200 bets saja, dan krim C 300 bets.
  2. Mempertimbangkan lead-time atau waktu tunggu kedatangan barang sejak tanggal pemesanan misalnya, mendatangkan avicel dari India untuk kebutuhan tablet parasetamol butuh waktu 6 bulan sejak keluar in-voice.
  3. Mempertimbangkan kapasitas gudang, misalnya kapasitas gudang perusahaan hanya 20 pallet maka jangan memproduksi lebih dari 20 pallet.
Tiga point di atas merupakan tiga point utama dari sekian banyak pertimbangan yang harus dilakukan oleh seorang PPIC. Cukup untuk membuat pusing memang, apalagi stok bahan yang harus dipantau tidak hanya puluhan tapi juga ratusan.
Dari tanggungjawab divisi PPIC seperti tergambar kasar di atas, tentunya akan muncul pekerjaan-pekerjaan turunan yang menjadi tanggung jawab para staf PPIC, misalnya saja:
  1. Rapat bulanan atau setiap X-bulan sekali dengan divisi-divisi terkait untuk menentukan target produksi. Otomatis harus menyiapkan berbagai laporan baik itu laporan tahunan, bulanan, bahkan mingguan untuk menghadapi meeting tersebut.
  2. Membuat jadwal produksi plus memeriksa/monitoring kondisi stok bahan-bahan baku/kemas.
  3. Penyiapan/pembuatan berbagai macam dokumen yang berhubungan dengan pemesanan/pengadaan bahan baku atau bahan kemas.
  4. Korespondensi atau hubungi lewat telepon para supplier bahan baku atau bahan kemas.
  5. Berkoordinasi dengan Divisi Produksi mengenai proses produksi yang sedang berjalan, akan berjalan, atau ”tertunda” berjalan.
  6. Berkoordinasi dengan Divisi Quality (QA/QC) mengenai proses pemeriksaan bahan-bahan baku/kemas yang masuk.
  7. Berkoordinasi dengan pihak gudang (jika pihak gudang tidak berada di bawah PPIC), memastikan kondisi fisik gudang (penuh dengan barang ataukah sangat penuh), mengontrol proses penyimpanan, penerimaan, dan pengeluaran barang berjalan sesuai SOP (Standard Operational Procedure), pembuatan SOP sebagai panduan kerja para staf gudang.
Nah, mungkin ilmu farmasi para apoteker di divisi PPIC akan terlihat dibutuhkan untuk poin terakhir ini yaitu fokus pada penanganan dan penyimpanan material.

Masa Depan Farmasis

Apa anda pernah berpikir, kelak lulus jadi sarjana farmasi bakl ngapain? Pernah kepikiran pandangan farmasi apa aja? kita para apaoteker gak usah galau mikirin itu, kuliah aja udah setrez, masak lulus juga mesti stres, its not faiiiir >,< . Kita dapat ambil pandangan jadi seorang apoteker rumah sakit.apa itu apoteker rumah sakit?? Apoteker rumah sakit yaitu apoteker yang bekerja dalam layanan farmasi rumah sakit, terutama dalam sektor publik. Mereka adalah ahli dalam bidang obat-obatan dan tidak hanya bertanggung jawab untuk mengeluarkan resep tetapi juga pengujian pembelian, pembuatan dan kualitas dari semua obat-obatan yang digunakan di rumah sakit. Mereka adalah anggota tim kesehatan dan bekerja sama dengan staf medis dan keperawatan untuk memastikan pasien menerima pengobatan terbaik. 
Mereka juga menyediakan bantuan dan nasihat kepada pasien di semua aspek obat-obatan mereka.Peran apoteker rumah sakit dapat memperpanjang di luar rumah sakit dengan tanggung jawab untuk obat-obatan di pusat-pusat kesehatan, rumah jompo, penampungan dan dokter umum '(GP) operasi.Lingkupan Kerja
Kegiatan kerja yang khas bagi apoteker rumah sakit bisa meliputi:
  • resep memeriksa untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan dan bahwa mereka sesuai dan aman untuk setiap pasien;
  • memberikan saran pada dosis obat-obatan dan bentuk yang paling tepat obat, misalnya tablet, injeksi, salep atau inhaler;
  • berpartisipasi dalam putaran bangsal, mengambil sejarah obat pasien dan keterlibatan dalam pengambilan keputusan pada perawatan yang tepat;
  • membahas pengobatan dengan kerabat pasien, apoteker masyarakat dan dokter umum;
  • memastikan obat-obatan disimpan tepat dan aman;
  • mengawasi pekerjaan staf yang kurang berpengalaman dan kurang berkualitas;
  • menjawab pertanyaan tentang obat-obatan dari dalam rumah sakit, rumah sakit lain dan masyarakat umum;
  • menjaga up to date dengan, dan memberikan kontribusi untuk, penelitian dan pengembangan;
  • menulis pedoman untuk penggunaan narkoba di dalam rumah sakit dan menerapkan peraturan rumah sakit;
  • menyediakan informasi tentang pengeluaran pada obat-obatan;
  • mempersiapkan dan kualitas pengecekan obat steril, misalnya obat intravena;
  • pengaturan dan pengawasan uji klinis.
Apoteker yang lebih berpengalaman mungkin terlibat dalam mengajar, baik di dalam departemen farmasi dan daerah lainnya di dalam rumah sakit.Gaji dan kondisi
Gak usah bingung mikirin gaji, gak bakal miskin kog jadi apoteker. heeehehe :D *sok tau deeh pdahal blom kerja :p
    
Diploma apoteker:
    
Lowongan Kerja di The National Health Service (NHS) biasanya tertutup oleh Agenda untuk skala Perubahan membayar terdiri dari sembilan band membayar.
    
Gaji untuk posting entry level, biasanya diisi oleh pra-pendaftaran apoteker, biasanya mulai dari £ 20,710 (Band 5).
    
Gaji awal khas untuk apoteker junior, 'kelas dasar', posting rotasi dan diploma: £ 24.831 (Band 6). Posting ini biasanya melibatkan sebuah kontrak dua sampai tiga tahun dengan peningkatan tahunan sampai skala gaji.
    
Gaji awal khas untuk apoteker spesialis: £ 29.789 (Band 7). Promosi untuk band ini biasanya mungkin setelah 2-3 tahun di Band 6. Ada sedikit kesempatan untuk perkembangan lebih lanjut dan kadang-kadang perlu untuk pindah untuk maju ke band berikutnya (s).
    
Lanjutan apoteker: £ 37.996 - £ 44.258 (Band 8a-b).
    
Apoteker manajer tim: £ 44.258 - £ 53.256 (Band 8b-c).
    
Apoteker konsultan: sampai £ 79.031 (Band 8b-d).
    
Beberapa percaya NHS menawarkan pembayaran tambahan untuk mengimbangi biaya yang lebih tinggi terkait dengan bekerja di London dalam dan luar dan daerah pinggiran.
    
Staf NHS juga mendapat manfaat dari skema pensiun NHS dan hak liburan murah hati. Banyak rumah sakit menawarkan akomodasi. Harga biasanya wajar dan kadang-kadang disubsidi.
    
NHS rumah sakit apoteker biasanya bekerja seminggu 37,5 jam. Jam kerja terutama sembilan sampai lima dengan beberapa jam tambahan, dan biasanya melibatkan beberapa penutup akhir pekan dan malam hari, biasanya setiap giliran.
    
Apoteker bekerja di klinik dan di bangsal, dengan kontak dengan pasien secara teratur, setiap hari. Mereka juga dapat bekerja di laboratorium dan kecil, kamar steril yang disebut 'kamar bersih'. Banyak pekerjaan melibatkan berhubungan langsung dengan bahan kimia dan obat-obatan.
    
Pengaturan kerja yang fleksibel, paruh waktu kerja dan pembagian kerja yang mungkin.
    
Istirahat karir yang mungkin dalam NHS dalam beberapa keadaan.
    
Pekerjaan yang tersedia di kebanyakan kota-kota, tetapi jarang di daerah pedesaan.
    
Ada lebih banyak wanita daripada pria saat ini dalam profesi ini.
    
Perjalanan dalam satu hari kerja dan bekerja di luar negeri jarang terjadi.Persyaratan MasukMasuk ke profesi adalah melalui program empat tahun gelar farmasi (MPharm) diikuti dengan satu pra-pendaftaran pelatihan tahun (pra-reg).Masuk ke profesi tanpa gelar farmasi atau dengan suatu HND hanya tidak mungkin. Bekerja sebagai teknisi apotek akan memberikan pengalaman lingkungan kerja tetapi tidak memungkinkan pengembangan menjadi apoteker rumah sakit.Tingkat A-dalam kimia dan dua A-level dari biologi, matematika dan fisika adalah persyaratan masuk apotek biasa derajat (atau kualifikasi Tinggi Skotlandia dengan penekanan kuat pada ilmu pengetahuan, khususnya kimia). Siswa juga dapat dipertimbangkan dengan kimia dan satu ilmu (sebaiknya biologi) bersama dengan topik lain. Dasar melek huruf dan berhitung keterampilan (misalnya, nilai GCSE A ke C dalam bahasa Inggris dan matematika) juga penting.Saat ini semua program harus diakreditasi oleh Royal Pharmaceutical Society (lihat situs web mereka untuk daftar universitas terakreditasi dan menghubungi lembaga-lembaga individu untuk persyaratan masuk). Hal ini akan berubah pada 2010 ketika Jenderal Dewan Farmasi (GPhC) akan mengambil alih tanggung jawab untuk pengaturan undang-undang apoteker.Siswa pada pra-reg pelatihan harus menunjukkan bahwa mereka memenuhi standar kinerja tertentu dan berhasil lulus ujian pendaftaran. Hal ini dimungkinkan untuk menyelesaikan tahun pra-reg di daerah lain farmasi, seperti masyarakat atau industri, dan kemudian transfer ke farmasi rumah sakit. Namun, lebih biasa untuk apoteker rumah sakit untuk melakukan pra-reg tahun mereka di apotek rumah sakit.Siswa yang ingin mendapatkan penempatan pra-reg di rumah sakit di Inggris atau Wales harus mengajukan permohonan pada tanggal 31 Agustus, satu tahun sebelum lulus. Rincian diedarkan kepada siswa melalui semua sekolah farmasi universitas dan di situs Farmasi Clearing House. Rumah sakit yang belum diisi pra-reg posisi mereka selama putaran perekrutan Agustus pasca pembersihan tempat mereka di situs Kliring Farmasi Rumah. Siswa yang belum mendapatkan posisi pra-reg harus mendaftar secara online pada akhir Oktober.Farmasi siswa yang ingin menyelesaikan pra-reg tahun mereka di Skotlandia perlu mengajukan permohonan untuk pra-reg penempatan mereka pada bulan Juni pada tahun sebelum lulus. Buklet yang berisi rincian peluang penempatan dikirim ke sekolah-sekolah universitas farmasi. Lihat NHS Pendidikan untuk Skotlandia (SPN) untuk informasi tentang bagaimana menerapkan untuk pra-reg posisi dan lowongan dalam NHS Skotlandia.Rincian bagaimana mendapatkan penempatan pra-reg di Irlandia Utara muncul dalam pers lokal pada bulan Oktober. Hubungi Pharmaceutical Society of Ireland untuk rincian lebih lanjut.Pra-reg trainee memutar antara daerah yang berbeda dari layanan farmasi, mendapatkan pengenalan untuk semua aspek dari praktik farmasi, termasuk informasi obat-obatan, pelatihan dalam pekerjaan apotek, pengeluaran aseptik dan rawat inap dan farmasi rawat jalan. Selain itu, trainee mengambil kursus perumahan dan hari belajar dan menyelesaikan sebuah proyek pra-reg. Penilaian rutin dan umpan balik terjadi sepanjang tahun dan diakhiri dengan pemeriksaan pra-reg.Sebuah kualifikasi pascasarjana pra-entri tidak diperlukan, meskipun ijazah MSc klinis atau dapat memberikan keuntungan dalam mendapatkan posisi sebagai seorang apoteker rumah sakit.Persyaratan Penting Calon Apoteker

Calon Apoteker Rumah Sakit harus menunjukkan bukti sebagai berikut:
  •     kemampuan untuk bekerja dengan hati-hati, metodis dan akurat - ini sangat penting sebagai kesalahan bisa berakibat fatal;
  •     komputer keaksaraan;
  •     keterampilan interpersonal dan sikap peduli dan simpatik, karena pekerjaan biasanya melibatkan kontak dengan pasien di bangsal dan di departemen rawat jalan;
  •     sikap bertanggung jawab untuk bekerja;
  •     umum klinis kesadaran.
Apoteker dengan tanggung jawab pengawasan membutuhkan:
  •     keterampilan manajemen yang efektif;
  •     kemampuan untuk mendelegasikan tugas dan memantau pekerjaan staf junior.
Saat ini ada kekurangan apoteker rumah sakit, dengan sekitar seperempat dari posting apoteker junior kosong pada tahun 2010. (RPSGB, Februari 2010).PelatihanJenderal Dewan Farmasi (GPhC) akan menggantikan Royal Pharmaceutical Society sebagai pengatur apoteker selama 2010.Royal Pharmaceutical Society (RPS) akan menjadi badan kepemimpinan baru profesional (PLB) dan akan mendukung anggotanya dalam mengembangkan profesi mereka, praktek dan keterampilan kepemimpinan.Setelah menjadi seorang apoteker yang terdaftar dan mendapatkan pekerjaan, sebagian besar apoteker rumah sakit mengembangkan karir mereka dengan mengambil sertifikat atau diploma di bidang farmasi klinis, yang sering diikuti oleh sebuah MSc. Hal ini biasanya diperlukan untuk dapat maju ke nilai yang lebih senior.Semua apoteker melakukan berbagai pelatihan untuk mendukung mereka dalam spesialisasi mereka dipilih atau jalur karir. Kesempatan pelatihan termasuk di rumah-pelatihan yang diberikan oleh departemen farmasi atau rumah sakit, regional atau nasional hari studi terorganisir atau kursus-kursus, pelatihan awal dan pelatihan khusus dalam manajemen.Apoteker perlu mengikuti perkembangan dalam penelitian obat, termasuk obat baru yang dikembangkan dan datang di pasar, metode-metode baru untuk mengobati kondisi dengan obat-obatan, dan kebijakan pemerintah dan rumah sakit untuk perawatan obat.Pelatihan lebih lanjut juga merupakan bagian dari melanjutkan pengembangan profesional apoteker (CPD). CPD saat ini menjadi kebutuhan wajib bagi semua apoteker berlatih (lihat website RPSGB untuk rincian). CPD hukum akan diperkenalkan dengan pembentukan GPhC tersebut.




Pengembangan karirRumah Sakit apoteker bekerja di The National Health Service (NHS) mengikuti kemajuan karir terstruktur dengan kesempatan untuk belajar untuk kualifikasi klinis dan manajemen - sering didukung oleh trust mempekerjakan.Setelah berhasil menyelesaikan tahun pra-pendaftaran, apoteker biasanya memasukkan servis farmasi rumah sakit di Band dasar 6 Agenda Perubahan NHS untuk skala membayar. Pada tahap ini, apoteker harus terdaftar sebagai anggota Royal Pharmaceutical Society of Great Britain (RPSGB) (MRPharmS). Jenderal Dewan Farmasi (GPhC) akan mengambil alih tanggung jawab ini dari RPSGB selama 2010 sebagai regulator baru apoteker rumah sakit.Baru berkualitas Band 6 apoteker biasanya memutar antara pelayanan farmasi yang berbeda yang ditawarkan oleh rumah sakit mereka. Ini mungkin termasuk:
  •     farmasi klinis;
  •     obat-obatan informasi;
  •     obat-obatan manajemen;
  •     aseptik / teknis pelayanan;
  •     apotik jasa;
  •     farmasi komunitas jasa;
  •     perawatan primer;
  •     radiofarmasi (penggunaan bahan radioaktif);
  •     uji klinis.
Setelah mengalami dua atau tiga tahun, apoteker mungkin berlaku untuk posisi 7 Band apoteker. Hal ini biasanya peran rotasi, tetapi dengan penekanan lebih pada mengkhususkan diri di daerah dipilih praktik farmasi, misalnya:
  •     kardiologi;
  •     perawatan pediatrik;
  •     hematologi;
  •     jaminan kualitas;
  •     obat-obatan informasi;
  •     pengadaan dan distribusi;
  •     radiofarmasi.
Peluang yang ada untuk kemajuan lebih lanjut untuk peran tambahan atau resep independen, bekerja dalam Trust Perawatan Primer sebagai penasihat resep, atau untuk konsultan farmasi rumah sakit di Band gaji 8b-d. Ada peluang sedikit dalam peran ini, bagaimanapun, dan kadang-kadang perlu untuk pindah dalam rangka untuk kemajuan.Apoteker juga dapat mengambil peran sebagai tutor dengan ceramah pra-reg trainee, memberikan presentasi kepada staf medis lainnya atau menyediakan dukungan tutorial untuk mahasiswa farmasi sarjana.Peluang juga ada untuk apoteker rumah sakit untuk melakukan pekerjaan locum.Pengusaha dan sumber lowonganMayoritas apoteker rumah sakit bekerja untuk rumah sakit di The National Health Service (NHS).Selain dari NHS, beberapa rumah sakit apoteker bekerja di sektor swasta.Tiga operator terbesar di Inggris BMI Kesehatan, BUPA dan Rumah Sakit Nuffield. Mereka, dan penyedia lainnya, jalankan rumah perawatan untuk orang tua, dan orang dewasa dan anak-anak dengan kesehatan mental, belajar, atau cacat fisik, serta sekitar 300 rumah sakit dan klinik. Sektor kesehatan independen dan sukarela terus tumbuh.NHS trust juga dapat mempekerjakan apoteker locum untuk bekerja di departemen farmasi rumah sakit mereka. Apoteker ini dapat bekerja untuk sebuah badan tetapi yang lain bekerja untuk sebuah rumah sakit individu atau kepercayaan pada NHS secara kasual.Sumber lowongan

    
Cari pekerjaan pascasarjana di situs ini.

  •     Kliring Farmasi Rumah pra-pendaftaran (pra-reg) posisi - lihat persyaratan masuk untuk informasi tentang pre-reg posisi.
  •     NHS Jobs dan situs / buletin kekosongan Otoritas NHS Trust individu dan
  •     NHS Skotlandia Rekrutmen
  •     Journal Farmasi
  •     Kimiawan dan apoteker online
  •     Locum lembaga yang menangani kekosongan sementara.
  •     Koran lokal dan nasional.
Dapatkan tips tentang CV berburu pekerjaan, dan surat pengantar dan wawancara.Terkait pekerjaan
  •     Komunitas apoteker
  •     Fisikawan medis
  •     Farmakolog
  •     Urusan Regulatory petugas
  •     Ilmiah laboratorium teknisi
  •     Toxicologist